Monday, May 25, 2026

Yassin

Benar saja, kehilangan Timmy membuatku sangat berduka. Duka yang menutupi duka-duka sebelumnya. Batinku selalu berucap: Ya Allah.. Tolong aku.. Aku mengucapkannya dengan perasaan tidak ada yang bisa aku dan orang lain lakukan. Setelah mengubur Timmy kemarin, perasaanku hancur. Semua bagian rumah terasa kenangan tentang Timmy, gerak-gerik Timmy yang lucu, himgga terdengan bunyi napasnya yang seringvtersumbat ataupun beringus karena flu menahunnya. Ya Allah.. Aku sering merasa repot dengan sakitnya, aku sering merasa kesal dengan "keras kepalanya" yang tifak mau digendong.. Sunggu aku rindu dengan wajahnya yg suka lupa memasukkan lidah.. Ya Allah.. Kelakuannya sungguh menggemaskan lucu, seperti suka memburu laba-laba kevil dan memakannya dengan cara yg lucu pula.. 😭😭😭😭 Ya Allah.. Tolong aku.. Sifat obsesifku sering membuat aku terseret duka lebih jauh. Pagi ini aku terbangun, TV masih memayangkan acara live dari Mekkah. Aku mengenali surat yang dilantunkan: Yassin. Seketika aku merasa itu pertolongan Allah untukku. Bagaimana aku bisa lupa bacaan Yassin untuk meringankan duka, sakit bahkan sakaratul maut? Iya, sisi religiusku sedang sangat drop belakangan ini. Timmy membangunkanku hampir setiap jam sholat tahajjud untuk minta makan. Akankah aku mengenang Timmy dengan lebih bermakna?

No comments: