Thursday, February 19, 2026

Diary Ramadhan (19 Feb-18 Mar 2026)

Day 1. Hari Kamis, libur awal puasa masih sisa 4 hari lagi. Aku sahur shake herbalife dengan pisang ambon matang sempurna dari kulkas. Tubuhku yg mendamba nasi melemaskan dirinya. Angin dari laut sangat intens, aku dan kucing2 tidur nyaris seharian. Sore tiba dengan cepat, tidak ada aktifitas yg signifikan. Sorenya aku mengantar kurma ke rumah my sister dan mencari menu berbuka. sangat ramai di jalan dan di stand2 dadakan yg menjual takjil. Day 2. Sama seperti hari pertama. Sagur herbalife membuatku berasa kurang tenaga. Dan krn sudah ketinggalan jauh, aku tadarus pake app hp yg ada murotalnya. Ini jam 1 malam. Aku kebangun dari mimpi bahwa ada pencuri motor trail di lingk kami dan malam itu ketangkap. Salah satunya sembunyi di kamar rumah tetangga. Tyt punya ilmu, dia nempel di dinding lalu masuk lewat celah ke plafon. Aku cm bisa sholawat. Dari situ dia lompat keluar, ke pohon. Mgkn krn aku td siang liat tukang di rumah tetangga yg kukira mau maling lalu sorenya ada pengendara trail yg nyebelin. Setting juga berubah dari lingk ku (awalnya ngintip ke arah rumah di bawah itu krn malam2 suara motor, kynya ngintip sm ibu) ke rumah guru orang batak yg sm2 mau pelatihan di medan (aku numpang di rumahnya yg bersih dan luas); mgkn krn aku chat dg teman smuleku yg batak. Masih lama ke sahur. Aku blm brasa gagah utk beberes. Jd mgkn tidur lg lah.

Friday, January 30, 2026

Aku Bukan Pilihan

Aku barusan mendengar undangan dari speaker masjid utk jamaah maghrib tadi, bahwa bapak2 yg pernah ingin melamarku besok menikah. Alhamdulillah ya. Orangnya terhormat. Sikapnya bagus dan sholeh. Anak2nya sukses. Saat utusannya datang menanyakan padaku 1-2 bulan lalu, aku tidak berpikir lama untuk mengatakan tidak. Karena aku sadar bahwa aku bukan pilihan. Aku takut beliau salah menilaiku. Aku terlalu lelah dan merasa terlalu terbebani. Kasihan orang yg bersamaku. Aku yang begini. Kucing2ku pula. Aku bukan pilihan. Semoga Allah memberi ketenangan dan kebahagiaan pada beliau. Aamiin YRA.

Sunday, December 07, 2025

Mimpi dan Petunjuk

Kalo aku sedang sakit, biasanya mimpinya cukup instense. Tidak harus menyeramkan, intense maksudnya tidak gampang lupa. Tapi ini mgkn bakal lupa jadi aku tulis disini. Jd sejak kmrn aku agak demam dan pusing. Wiken kan, kerjaanku cm tidur. Pagibtadi aku tidur. Mimpinya cukup berasa. Jd aku lg kaya di hutan/kebun bareng temanku yg sama2 asal daerahnya, namanya D*** dan D*******. Kami berbincang, setelah habis masa pelatihan, apakah kami akan tetap bertugas di sekolah kami. Ya kami sepakat, toh kami sudah sampe bikin rumah di daerah rantau kami ini. Lalu muncul teman kami yg asli lokal, namanya P*******. Katanya bunga2 durian ditutupi hama putih. D*** penasaran dan naik sedikit hingga bisa melihat pucuk pohon. Ternyata mmg benar. Agar lebih jelas kami memutuskan utk berjalan ke atas jembatan besar. Suasana enak, teduh. Mmg byk hama putih, kami pun terlanjur menyeberang, melihat awal jembatan begitu jauh di bawah seberang sana. Di seberang tyt ada wahana, yg terdekat dan menarik bagiku adalah area dunia peri. Jd ada jalan masuk ke taman yg tertutup, tidak ada cahaya matahari, yg ada hanya cahaya biru. Mungkin dari lampu. Aku pikir hebat juga ada yg bikin wahana yg bagus spt itu. Kok kepikiran n bisa kena begitu dg temanya. Tapi aku tidak berani masuk, hanya numpang berfoto saja di depan jalan masuk taman tsb. Entah apa arti mimpi itu, atau mmg cuma bunga tidur. Malam sebelumnya, aku ketiduran sebelum isya. Jd aku isya menjelang subuh, alhamdulillah sempat tahajjud. Dalam tahajjud aku minta tolong cara memgurus kucing terutama Timmy yg bermasalah kesehatan serta kukuatirkan membuat rumah menjadi terkena najis. Setelah itu, seolah petunjuk, aku diilhami kuncinya adalah rajin. Aku tidak boleh malas dalam menjaga kebersihan. Nah, itulah ceritaku tentang mimpi yg belum jelas maksudnya dan tentang hikmah tahajjud yg instantly memberi petunjuk terbaik. Gimana?

Tuesday, June 10, 2025

Hari Raya

Sepertinya tidak ada manusia yg tahu, bahwa sudah lama aku tidak berhari raya. Mungkin tidak nampak, namun di dalam aku memang tidak merasa gegap gempita. Hari raya bukan alasanku bahagia. Bukan juga untuk bersuka cita. Cukup utk membuat orang lain merasa nyaman saja. Salahkah?

Monday, February 17, 2025

Di Dekatmu

Ajak aku menyusuri Tempat yg asing Dan tanpa tujuan Tidak mengapa Aku hanya perlu Merasa ada di dekatmu

Monday, December 02, 2024

My Inner Child

Aku baru teringat beberapa hal di masa kecilku. Setiap hari menunggu bapakku pulang kerja, menanyakan apakah membawa kaset Flash Gordon yg kuidamkan sejak melihatnya di iklan majalah. Tidak pernah bapakku bawa dg berbagai alasan. Bapakku bukan orang pelit, hanya saja mgkn kaset tsb tidak edar di kotaku. Sebetulnya apapun yang kuinginkan asalkan beliau bisa menyiapkannya, akan diberikan. Setiap hari juga aku menitip pesan pada ibuku agar pakaian seragam TK nanti yg bukan model rok (aku tidak suka pakaian cewe). Tp tetap seragam TK ku tetap ala cewe. Aku juga ada daftar barang-barang lain yang sangat kuinginkan tp too good to be true, spt Atari Games. Atau tiket acara Google V yg mampir ke Jakarta. Tp yang seperti itu tidak kupesan krn aku tahu tidak akan dibelikan. Namun, sejauh yg kuingat adalah Flash Gordon lah yg paling kutunggu. Aku selalu menanti dan menanyakannya. Bapak dengan lembut seolah meyakinkanku bahwa suatu hari aku akan dibawakannya. Aku terus menanti. Inner child ku adalah mengharap sesuatu dengan berlebihan. Termakan janji kosong. Menanti yang tak pasti. Merasa anxiety dalam menanti. Dan kini aku sangat mudah kecewa atau mungkin cm takut kecewa. Baru kini aku menyadari hubungan semuanya. Aku tak tahu betapa dasyatnya pengaruh inner child. OMG.

Saturday, November 02, 2024

Eksisi Multiple FAM

14.10.24 minggu pagi pulang ke palembang utk ke dokter bedah erwin maulana di rs pusri. Dengan izin sebagian besar kerabat dan istikharah, aku mantap menjalani operasi. 17.10.24 kamis malam mulai opname 18.10.24 jum'at pagi masuk ruang operasi sekitar jam 8, disiapkan sekitar 30 menit trus bangun hampir jam 11. Di antara semua ketakutanku akan operasi n dampaknya, yg paling mencekamku adalah saat di bius. Satu atau dua minggu sebelum ada mempertimbangkan operasi, aku mimpi terbius dan berjuang untuk bangun. Aku dengan seksama menunggu dan mengikuti petunjuk dari Tuhan hingga akhirnya terbangun dari dunia yg hampa. Aku juga sering terpikir jika terjebak dalam dunia tidur, apa yang akan aku lakukan. Membayangkan senangnya jika aku hapal banyak ayat suci dan tahu banyak hikayat; untuk mengisi kekosongan di alam sana. Siapa sangka aku begitu cemas sehingga di meja operasi aku merasa ingin buang air kecil, aku kuatkan hati dengan logika apa mungkin segitu perlunya secara sejak,jam 2 malam aku sudah puasa, malah bbrp jam sblmnya aku sudah berhenti makan dan minum. Ibu cemas, ata perawat. Saat itu aku berbaring melebarkan tangan. Lampu operasi belum juga hidup. Aku merasa seperti strum kesemutan di lipatan-lipatan tubuh. Kata perawat, itu efek obat anti alergi. Aku tidak ingat apa sempat berdoa, aku hanya kuatir dengan kondisi kebeletku. Entah gimana dan kapan ceritanya aku terpejam, merasa cuma sekejap aku sudah membuka mata ftlagi. Sudah di tempat beda, ada rasa sedikit sakit luka yang sudah di jahit di kedua tempat yg dioperasi. Ah, sepertinya sudah selesai, pikirku. Aku pun di antar ke ruang inap dimana aku melanjutkan tidur untuk bbrp jam kemudian. Tidak ada ingatan ataupun kisah, boro-boro pengalaman spiritual selama dibius. Hanya saja relativitas waktu sungguh bermain. Sekejap mata kurasakan untuk operasi yang kira-kira lebih dari dua jam. Mungkinkah kehidupan berakhir seperti itu? Tanpa kita sadari tiba-tiba sudah di alam kubur? Alangkah kaget dan ngerinya ya.. Sepertinya harus dimaknai lebih dalam.