Monday, December 02, 2024

My Inner Child

Aku baru teringat beberapa hal di masa kecilku. Setiap hari menunggu bapakku pulang kerja, menanyakan apakah membawa kaset Flash Gordon yg kuidamkan sejak melihatnya di iklan majalah. Tidak pernah bapakku bawa dg berbagai alasan. Bapakku bukan orang pelit, hanya saja mgkn kaset tsb tidak edar di kotaku. Sebetulnya apapun yang kuinginkan asalkan beliau bisa menyiapkannya, akan diberikan. Setiap hari juga aku menitip pesan pada ibuku agar pakaian seragam TK nanti yg bukan model rok (aku tidak suka pakaian cewe). Tp tetap seragam TK ku tetap ala cewe. Aku juga ada daftar barang-barang lain yang sangat kuinginkan tp too good to be true, spt Atari Games. Atau tiket acara Google V yg mampir ke Jakarta. Tp yang seperti itu tidak kupesan krn aku tahu tidak akan dibelikan. Namun, sejauh yg kuingat adalah Flash Gordon lah yg paling kutunggu. Aku selalu menanti dan menanyakannya. Bapak dengan lembut seolah meyakinkanku bahwa suatu hari aku akan dibawakannya. Aku terus menanti. Inner child ku adalah mengharap sesuatu dengan berlebihan. Termakan janji kosong. Menanti yang tak pasti. Merasa anxiety dalam menanti. Dan kini aku sangat mudah kecewa atau wemungkin cm takut kecewa. Baru kini aku menyadari hubungan semuanya. Aku tak tahu betapa dasyatnya pengaruh inner child. OMG.

No comments: